MEMBANGUN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM DI LEMBAGA PENDIDIKAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PENDIDIKAN
Di era Pandemi
saat sekarang ini dan di era perkembangan Teknologi Infromasi proses
Pembelajaran sangat dituntut untuk mengikuti perkembangan tersebut, sejalan
dengan tuntutan tersebut ketika kami melakukan proses pembelajaran di Kelas,
kami banyak menggunakan fasilitas software atau aplikasi yang sekarang sudah
banyak sekali terdapat dan tersedia baik secara gratis maupun berbayar,
aplikasi aplikasi yang sering kita gunakan diantaranya adalah: Google
Classroom, LMS Moodle, Microsfot Teams, Microsoft Office 365, Edmodo, selain
itu kami menggunakan Google Meet dan Zoom untuk pembelajaran Video Converence,
tetapi kesemua itu juga tidak terlepas dari kendala yang ada diantaranya
adalah, sinyal dari masing masing HP peserta didik, kuota yang dimiliki peserta
didik maupun guru, adapun saat ini kami memiliki kelas yang aktif di Google Class
Room dan Moodle seperti apakah gambaran kelas yang kami selenggarakan adalah
sebagai berikut:
Kelas yang ada di Google Classroom:
Kami diberi tugas untuk
mengajar 3 mata pelajaran, jumlah kelas di Google clas kami adalah 7 kelas,
dengan Mata Pelajaran : PMM, PSRTV, PKK, dalam keseharian kami mengajar yang
selalu kita gunakan adalah Google Classroom, adapun LMS pendukung yang dimiliki
sekolah adalah Moodle, kelas yang kami miliki di Moodle juga sejumlah mata
pelajaran yang berikan kepada kami.
Salah satu contoh tampilan
kelas yang kami selenggarakan, gambar diatas adalah kelas untuk mata pelajaran
PMM(pemrograman Mikroprosessor dan Mikrokontroler untuk kelas XI TAV 1.
Untuk yang di LMS Moodle
tampilan kelas kami adalah sebagai berikut:
ANALISIS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN YANG TELAH
DIBERLAKUKAN DI LEMBAGA, DENGAN MERUJUK PADA PROSES MANAJEMEN: FUNGSI PLANNING
(PERENCANAAN); FUNGSI ORGANIZING (PENGORGANISASIAN); ACTUATING, SAMPAI
DENGAN FUNGSI LEADING (PENGARAHAN).
1.
Proses Perencanaan (Planning)
Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang
akan dicapai beserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagaimana
disampaikan oleh Louise E. Boone dan David L. Kurtz (1984) bahwa: planning may
be defined as the proses by which manager set objective, asses the future, and
develop course of action designed to accomplish these objective. Sedangkan T.
Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa :
“ Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan
organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur,
metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Fungsi/proses
Planning (perencanaan) adalah proses yang
menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan program yang
akan dilakukan, termasuk penentuan strategi
dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan kegiatan organisasi, termasuk organisasi pendidikan. Dalam proses pembuatan/pembangunan
. Pelaksanaan Pembuatan Learning
Management Sistem (LMS) Berbasis Moodle
a.
Menetapkan
tujuan dan target yang akan dicapai dalam kegiatan
1)
Tujuan
pelaksanaan pembuatan/pembangunan LMS
berbasis moodle adalah:
a) Menyediakan LMS bagi seluruh Guru
dan Peserta didik agar terselenggara proses pendidikan yang maju
b) Menyelenggarakan proses pembelajaran
yang mengikuti perkembangan jaman dan mudah.
c) Meningkatkan kompetensi seluruh guru
dan peserta didik
2)
Target
pelaksanaan kegiatan
a) Sekolah memiliki E-learning (LMS)
b) Guru dan siswa memahami maksud dan
tujuan
c) Guru dan siswa bisa menggunakan
fasilitas E-learning tersebut
d)
Terbangun
sebuah E-learning LMS yang baik
b.
Analisis
Kebutuhan
Dalam
proses pelaksanaan pembuatan E-Learning memiliki kebuthan sebagai berikut
1)
Server,
moodle dan jaringan internet serta
2)
Penguasaan
teknis oleh oleh tim pengisi materi
3)
Peserta
seluruh guru yang harus mau ikut di latih
4)
Tim
pengelola kegiatan (Panitia) pelaksana ; dalam hal ini dibidangi oleh bidang
kurikulum dan Teknisi serta Parktisi untuk melatih.
c.
Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target kegiatan
Strategi
yang dilaksanakan adalah sebagai berikut
1)
Memenuhi
sumber daya infrastruktur (WEB dan pelatihan serta materi materi yang harus
disipakan oleh guru.)
2)
Pembekalan/
diklat yang ditujukan pada tim dan nantinya seluruh guru harus diikutkan
3)
Melibatkan
unsur guru dan siswa nanti harus terlibat (guru sebagi pengelola kelas siswa
sebagi peserta kelas di E-Learning tersebut)
4)
Menyusun
tim pengelola kegiatan (Panitia) pelaksana pengayaan yang solid dan bertanggung
jawab
d.
Menentukan sumber
daya yang diperlukan
Sumber
daya yang diperlukan
1)
Moodle
sebagi platform LMS, web server (Hosting server),
2)
Penguasaan
materi oleh tim pengisi materi dan teknisi
3)
Penguasaan
materi oleh Guru yang nantinya sebagai pengelola kelas
4)
Tim
pengelola kegiatan (Panitia) pelaksana pembelajaran
e.
Menetapkan standar/indikator keberhasilan
Standar/indikator
keberhasilan
kegiatan
1)
Tersedianya
E-learning LMS berbasis Moodle
2)
Semua
Guru bisa menggunakan
3)
Semua
siswa bisa menggunakan
4)
Berjalannya
proses pembuatan /pembangunan LMS yang lancar
f.
Merencanakan
kegiatan
Adanya
peraturan pemerintah yang dilatarbelakangi dengan perlunya meningkatkan
kompetensi siswa, yakni dengan dilaksanakannya AKM maka sekolah perlu
melaksanakan langkah langkah sebagai berikut
1)
Analisa
kebutuhan dan pemilihan platform yang digunakan
2)
Diklat
pembuatan E-learning LMS kepada seluruh guru
3)
Sosialisasi
kepada siswa
4)
Uji
coba
g.
Merencanakan
monitoring dan evaluasi
Monitoring
dan evaluasi dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut
1)
Pelatihan
calon instruktur internal: bentuk monitoring dan evaluasi dari suksesnya
kegiatan ini adalah sudah ada calon instruktur internal yang anntinya akan
mendesiminasikan hasilnya kepada seluruh guru dan sudah ada hasil E-Learning
yang nantinya semua guru bisa mengisi konten dikelas masing masing.
2)
Tersedianya
LMS yang bisa diuji coba kepada siswa
3)
Tersedia
LMS yang baik
2. Proses
Pengorganisasian
Fungsi
Organizing adalah proses yang meliputi
mengatur strategi dan taktik agar yg telah dirumuskan dalam perencanaan dapat
didisain (dirancang) dalam sebuah struktur
organisasi yang tepat dan tangguh dan dapat memastikan bahwa semua
pihak dalam
organisasi
dapat bekerja secara efektif dan efisisin guna pencapaian
tujuan organisasi/lembaga.
Kegiatan dalam Fungsi
Pengorganisasian
a.
Mengalokasikan
sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, prosedur yg diperlukan
Dalam
mensukseskan kegiatan diperlukan adanya pengalokasian sumber daya dan pembagian
tugas yang jelas serta proporsional sesuai degan kebutuhan yang ada. Adapun
jenisnya adalah sebagai berikut
1)
Penanggung
Jawab
BertanggunGjawab
sepenuhnya atas keberlangsungan kegiatan
2)
Ketua
Panitia
Bertanggunjawab
mengkoordinir segala aktifitas kegiatan
3)
Anggota
panitia penyelenggara
4)
Teknisi
dan Admin
5)
Pemateri
6)
Peserta
(guru sebagai pengelola kelas)
b.
Menetapkan struktur
organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenanagn dan tanggungjawab
1.
Actuating
Setelah LMS
tersedia walaupun belum sempurna semua Guru di libatkan dalam proses uji coba,
serta aplikasinya dalam proses pembelajaran juga dipantau oleh Admin
2.
Leading
Proses pembuatan
atau pembangunan portal LMS ini tidak lepas dari peran Pemimpin atau Kepala
Sekolah, kepala sekolah sangat support dan mendukung penuh baik pembuatannya
maupun pengaplikasiannya dalm proses pembelelajaran sehari hari.
SATU CONTOH PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI LEMBAGA
Salah satu SIM yang sedang dikembangkan dan
saat ini sudah sebgian kecil oleh Guru dilaksanakan di Lembaga kami adalah Learning
Management Sistem (LMS) berbasis Moodle dengan
tampilan dan keterangan sebagai berikut:
Learning Management
Sistem (LMS) Berbasis Moodle
SMK N 2 Kebumen
http://elearning.smkn2kebumen.com
Sistem Learning Management System (LMS)
bukan hanya sebatas sistem pendukung untuk proses belajar dan mengajar di
kampus/sekolah Anda. Tetapi, sistem ini akan menjadi alat yang
sangat penting untuk menghilangkan batasan dalam proses pendidikan mengingat
akses terhadap sistem dapat dilakukan setiap waktu.Mengajar
di tengah pandemi Covid-19 bagi sebagian guru memang merupakan hal yang tidak
mudah. Tak ayal, learning
management system (LMS) menjadi hal yang
wajib dipelajari guru Di artikel kali ini, blog Ruangguru akan membahas tentang
manfaat.mengajar menggunakan LMS. Seiring dengan perkembangan zaman teknologi, kini sektor
pendidikan pun sudah berbenah. Memantaskan diri menerima segala pembaruan di
bidang kegiatan belajar mengajar. Di Indonesia sendiri, sejak Maret 2020,
dengan ditetapkannya status pandemi Covid-19, kegiatan di sekolah berubah
secara cepat. Adanya tatap muka secara langsung di kelas, kini digantikan
dengan tatap muka secara virtual. Guru kini dituntut memahami sebuah sistem manajemen pembelajaran
berbasis daring. Sistem yang acapkali kita kenal dengan LMS ini merupakan
sebuah tata kelola yang dikembangkan untuk memungkinkan kolaborasi di antara
siswa dan guru. Adanya LMS ini tidak hanya memudahkan guru dan siswa untuk
melakukan kegiatan belajar mengajar. Lebih dari itu, LMS ini memudahkan untuk
melakukan pengadministrasian data.
Beberapa manfaat ketika Bapak/Ibu Guru mengajar menggunakan LMS ini.
1. Melakukan penjelasan materi secara virtual
Di platform LMS ini, sebagai guru
Anda bisa memanfaatkan fitur mengajar secara virtual. Sama halnya dengan
merekam kegiatan Anda di video, hanya ada perbedaan jika menggunakan LMS ini
bisa dilakukan secara langsung (live). Dengan fitur ini diharapkan
bisa sedikit banyak menggantikan kegiatan menjelaskan materi ajar di depan
kelas.
2. Memberikan bahan ajar dengan berbagai format
Saat memberikan referensi materi
ajar atau bahkan catatan yang sekiranya perlu dijadikan pegangan oleh siswa,
Bapak/Ibu Guru bisa mengunggah bahan ajar dari berbagai format. Umumnya, format
yang diterima pada LMS berupa PDF, PPT, DOC, XLS, JPG, hingga dalam format
video MP4. Bahkan, Bapak/Ibu Guru bisa menyertakan tautan (link) untuk
dipelajari siswa. Dengan begitu harapannya bisa memudahkan Anda dalam
menyampaikan materi ajar.
3. Pemberian tugas dengan berbagai alternatif pilihan
Selama belajar secara daring,
mungkin Bapak/Ibu Guru lebih intensif menghubungi siswa melalui grup chat.
Memberikan tugas untuk menjawab pertanyaan yang mungkin sudah Anda buat. Nah,
dengan menggunakan layanan LMS ini, pemberian tugas menjadi lebih mudah dan
sistematis. Anda bisa langsung membuat soal di platform LMS tersebut. Bentuk
soalnya pun bisa Bapak/Ibu Guru pilih, mau pilihan ganda atau esai.
4. Menganalisis perkembangan belajar siswa
Bapak/Ibu Guru tidak perlu khawatir
terkait pengisian nilai dari kegiatan belajar siswa selama di rumah. Bahkan,
dengan menggunakan LMS ini banyak analisis nilai yang bisa Bapak/Ibu dapatkan.
Baik pengetahuan tiap siswa, performa tugas keseluruhan, hingga sikap dari tiap
siswa bisa diketahui saat menggunakan fitur pembelajaran tersebut.
5. Menjalankan kegiatan diskusi dengan siswa
Nah, layanan LMS yang baik itu
sendiri pasti menyediakan fasilitas diskusi antara guru dengan siswanya.
Diskusi bisa dijalankan melalui grup chat di masing-masing kelas. Dalam
kegiatan diskusi tersebut, baik guru maupun siswa bisa melampirkan file dalam
bentuk foto dan dokumen. Selain itu, guru juga bisa memberikan komentar dari
tugas yang sudah diberikan kepada siswanya jika ada siswa yang sekiranya belum
paham tentang tugas tersebut.
Kelebihan Moodle
Banyak sekali keunggulan moodle yang menjadikannya platform pembelajaran
yang layak digunakan.
1. Gratis
Anda bisa mendownload software Moodle tanpa harus membayar lisensi
khusus. Tidak hanya itu, Anda bisa menggunakan dan mengembangkannya sendiri
sesuai kemampuan Anda. Meskipun demikian, jika ingin membangun
kursus atau portal pembelajaran, Anda tetap harus mengeluarkan biaya. Untuk
apa? Membuat website dan menyiapkan berbagai
materinya.
2. Mudah Digunakan
Siapapun bisa menggunakan Moodle tanpa perlu mempelajarinya lama. Baik
sebagai pengajar, administrator atau murid.
Kemudahan tersebut terutama dapat ditemui pada tiga hal berikut:
·
Fitur drag-and-drop yang lebih memudahkan dalam membuat
materi belajar.
·
Antarmuka yang intuitif sangat membantu memahami
penggunaan Moodle lebih cepat.
·
Dokumentasi yang tersedia lengkap ditambah
tutorial Moodle yang banyak dibuat oleh komunitas penggunanya.
3. Fleksibel
Platform ini mendukung semua skala pembelajaran. Mulai dari kelas kecil
berisi beberapa orang, hingga portal pembelajaran untuk ribuan orang seperti di
perusahaan dan sekolah. Kondisi ini kian memungkinkan siapa saja untuk
bisa membuat kelas pembelajaran sendiri. Bisa dimulai dari skala kecil dengan
materi terbatas dulu. Jika sudah berhasil, bisa ditingkatkan perlahan untuk
audiens yang lebih banyak.
4. Aman
Tak perlu ragu dengan keamanan Moodle. Update yang secara rutin
dilakukan bertujuan untuk menjamin keamanan pengguna. Baik dari kehilangan data
materi pembelajaran maupun pencegahan pencurian data pribadi saat mengakses
sistem. Bahkan, jika mengelola platform tersebut sendiri, Anda akan memegang
kendali penuh atas keamanan platform Anda.
5. Terintegrasi
Ingin membangun sebuah sistem pembelajaran online yang terintegrasi?
Moodle bisa menjadi pilihan tepat. Alasannya, platform ini memiliki fitur external
collaborative tools. Jadi, Anda bisa melengkapi kursus online Anda dengan
halaman wiki, forum, hingga blog dengan mudah.
6. Dapat Dikustomisasi
Platform ini memang diciptakan untuk semua kalangan. Maka, untuk
mendukung tujuan tersebut, Moodle sengaja dibuat agar mudah
dikustomisasi. Dari sisi tampilan, Anda bisa mengganti tema sesuai yang
keinginan. Halaman direktori Moodle memiliki banyak pilihan tema yang bisa
diunduh gratis. Selain itu, Anda bebas mengganti logo dan footer sesuai
instansi atau lembaga Anda.
7. Mendukung Plugin
Secara default, Moodle sudah dapat digunakan untuk membuat platform
pembelajaran yang baik. Namun, jika Anda ingin menambah fungsi khusus, platform
ini juga menyediakan plugin. Tak kurang dari 1677
plugin tersedia di direktori plugin Moodle. Baik untuk kebutuhan
administrasi, penilaian, komunikasi dan lainnya.
8. Mobile Friendly
Pengembangan Moodle tak pernah berhenti. Salah satunya, dengan
menjadikan platform ini mobile friendly. Hal ini tentu akan memudahkan dalam
mengakses materi belajar kapan saja, di mana saja. Sebagai sebuah platform
berbasis web, peningkatan pada cross browser compatibility membuat tampilan
materi akan terlihat sama meskipun diakses dari perangkat dan browser yang
berbeda.
9. Mendukung Berbagai Bahasa
Moodle memiliki komunitas yang aktif dari seluruh dunia. Merekalah yang
banyak membantu pengembangan Moodle. Salah satu pengembangan tersebut adalah
penerjemahan platform ke berbagai bahasa (localization). Meskipun
belum mendukung bahasa Indonesia secara penuh, Moodle sudah mendukung banyak
bahasa di dunia. Inilah yang membuat penggunaan Moodle menjadi semakin mudah
dan penggunanya meningkat.
Tampilan LMS yang dibangun :
Tampilan halaman pertama LMS
Tampilan setelah login dan
memilih kelas yang di pilih atau diampu
LAPORAN/INFORMASI APA SAJA YANG AKAN
DITAMPILKAN DALAM SIM PENDIDIKAN DI LEMBAGA.
Informasi yang terdapat dalam LMS atau SIM yang kami miliki atau sedang dikembangkan oleh lembaga SMK N 2 Kebumen mencakup proses pembelajaran secara maya untuk semua kelas dan semua Mata Pelajaran, (Jurusan yang ada, kelas di semua jenjangnya, mata pelajaran yang harus di tempuh, bahan ajar, media, diskusi, ulangan atau CBT, remidi, nilai yang didapat serta absensi siswa) dengan langkah dan tampilan sebagai berikut :
1.
2. Setelah memilih jurusan
kemduian akan tampil infromasi kelas yang harus dipilih disini harus memilih jenjang
kelas dari kelas X-XII dengan tampilan sebgai berikut:
3.
4.
5. Didalam
kelas terdapat fitur fitur yang komplit diantaranya adalah: Bahan ajar, Tugas
tugas, diskusi dan test atau ulangan ulangan harian yang diselenggarakan, serta
proses remidi serta nilai yang didapat siswa
6. Tamilan
ulangan harian yang diselenggarakan adalah sebagai berikut:
Komentar
Posting Komentar