UNIT PRODUKSI DAN USAHA “TEFA TEKNIK TAV” SEBAGAI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN TEACHING FACTROY DI SMK NEGERI 2 KEBUMEN

UNIT PRODUKSI DAN USAHA “TEFA TEKNIK TAV” SEBAGAI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN TEACHING FACTROY DI SMK NEGERI 2 KEBUMEN

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

 

Pentingnya penyediaan sumberdaya manusia (SDM) yang terampil diwujudkan pemerintah melalui kebijakan peningkatan mutu pendidikan kejuruan yang memberi perhatian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengembangan SMK saat ini mulai bergerak dari orientasi pasar tenaga kerja lokal kepada pasar tenaga kerja ASEAN menyambut masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), serta mempersiapkan para lulusan dengan pembekalan karakter kewirausahaan (entrepreneurship). Penerapan teaching factory  di SMK merupakan wujud dari salah satu upaya Direktorat Pembinaan SMK untuk lebih mempererat kerjasama atau sinergi antara SMK dengan industri. Menurut Kuswantoro (2014), teaching factory menjadi konsep pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya untuk menjembatani kesenjangan kompetensi antara pengetahuan yang diberikan sekolah dan kebutuhan industri. Teaching factory merupakan pengembangan dari unit produksi yakni penerapan sistem industri mitra di unit produksi yang telah ada di SMK. Unit produksi adalah pengembangan bidang usaha sekolah selain untuk menambah penghasilan sekolah yang dapat digunakan dalam upaya pemeliharaan peralatan, peningkatan SDM, dll juga untuk memberikan pengalaman kerja yang benar-benar nyata pada siswanya. Penerapan unit produksi sendiri memiliki landasan hukum yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 pasal 29 ayat 2 yaitu "Untuk mempersiapkan siswa sekolah menengah kejuruan menjadi tenaga kerja, pada sekolah menengah kejuruan dapat didirikan unit produksi yang beroperasi secara profesional."

Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi Indonesia adalah kualitas pendidikan yang masih rendah. Berdasarkan data Global Human Capital Report (World Economic Forum, 2018: 283), pada pilar ke-6 tentang skills, Indonesia menempati peringkat 62 dari 140 negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa SDM Indonesia masih kurang berdaya saing di pasar global. Rendahnya sumber daya manusia Indonesia berbanding lurus dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Dilihat dari tingkat pendidikan, jumlah pengangguran yang berasal dari jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menduduki peringkat teratas yakni sebesar 11,24 persen. Besarnya kontribusi lulusan SMK terhadap jumlah pengangguran di Indonesia menjadi salah satu tanda bahwa SMK mengalami beberapa kendala dalam upaya mencapai tujuan pendidikan vokasi, yaitu mempersiapkan peserta didiknya untuk dapat bekerja. Kendala yang dihadapi SMK antara lain: 1) Masih lemahnya kerjasama/sinergitas antara SMK dengan dunia usaha/industri; 2) Sering terjadi ketidaksesuaian antara teori yang diperoleh dengan proses praktik yang dilakukan; 3) Keterbatasan peralatan. Roadmap Direktorat Jenderal Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) 2010-2014 menerangkan bahwa visi Direktorat Jenderal Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) adalah terwujudnya Sekolah Menengah Kejuruan yang dapat menghasilkan tamatan berjiwa wirausaha yang siap kerja, cerdas, kompetitif, dan memiliki jati diri bangsa, serta mampu mengembangkan keunggulan lokal dan dapat bersaing di pasar global.

Struktur Kurikulum 2013 mengelompokkan mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) untuk siswa SMK/MAK dalam mata pelajaran kelompok wajib (Permendikbud RI No. 07/D.D5/KK/2018). Mata pelajaran tersebut bertujuan untuk mendukung salah satu program pemerintah dalam meningkatkan tenaga kerja terampil dan memiliki jiwa kewirausahaan. Mata pelajaran PKK di SMK memiliki persentase sebesar 4,73% atau tujuh jam pelajaran disetiap semester. Mata pelajaran tersebut diberikan kepada kelas X-XI saja. Dalam struktur Kurikulum SMK 2013 revisi 2017 yang ditetapkan dengan SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017, pembelajaran kewirausahaan melalui mata pelajaran PKK di SMK sebelumnya adalah mata pelajaran Prakarya dan Kewirausaaan (PKwu) menerapkan model pembelajaran Teaching Factory (TEFA) .

Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi / jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Pelaksanaan Teaching Factorymenuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Penerapan Teaching Factory (TEFA) juga harus melibatkan pemerintah, pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya. Teaching factory bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui wahana belajar sambil berbuat (learning by doing). Pembelajaran dengan pendekatan seperti ini, akan menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi siswa.

Pencapaian kualitas tenaga kerja akan memajukan  Negara Indonesia karena kondisi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini masih diwarnai tingkat pengangguran yang semakin tinggi. Jumlah pengangguran yang tinggi dimungkinkan karena kompetensi yang dimiliki oleh SDM Indonesia masih rendah atau karena peluang kerja yang memang tidak cukup untuk menampung semua lulusan tenaga kerja yang dihasilkan oleh sekolah dan Perguruan Tinggi. Mengatasi persoalan tersebut, kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia ialah dengan meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan, menanamkan jiwa wirausaha di setiap jenjang dan tingkat pendidikan, serta berusaha memperluas lapangan kerja. Sejalan dengan itu maka sekolah mempunyai tantang yang cukup berat khususnya tingkat SMK.

 

B.     RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

Program nyata  sekolah yang mendukung terkait pengembangan minat berwirausaha, membudayakan semangat berwirausaha, menumbuhkan kesadaran dan orientasi sekolah dalam berwirusaha guna menciptakan masyarakat yang mandiri dan tangguh, dan menyebarkan semangat inovasi dalam kehidupan sekolah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Salah satu penyelenggara pendidikan adalah SMK N 2 Kebumen yang mempunyai berbagai jurusan diantaranya adalah Jurusan Teknik Audio Video. Teknik Elektronika Audio Video adalah salah satu jurusan di SMK dan universitas yang memiliki tujuan untuk mendidik dan membekali siswa agar bisa menjadi tenaga terampil dan profesional dalam bidang audio video, membuat perangkat audio, mengoperasikan sound system, mengoperasikan alatperekam gambar arau suara, menguasai proses siaran televisi dan juga berbagai program komputer yang menunjang kegiatan tersebut. Dengan semakin berkembangnya industri media serta teknologi, maka juga ikut memberikan peluang bagi para teknisi yang paham tentang dunia audia dan video. Untuk itu yang tertarik dan memiliki minat dengan bidang industri media atau ingin bergabung dalam pengolahan produk audio dan video, maka jurusan teknik audio menjadi pilihan yang tepat untuk dipilih sehingga mempunyai kesempatan atau peluang kerja yang sangat besar.

            Di tingkat SMK Teknik Audio Video adalah salah satu nama kompetensi keahlian atau jurusan.  Di SMK Negeri 2 Kebumen Teknik Audio Video merupakan satu dari tiga kompetensi keahlian dalam bidang keahlian elektronika pada konsep kurikulum 2006 yang lalu dan hingga saat ini masih berjalan. Teknik Audio Video mengkhususkan pembahasan atau pembelajaran tentang hal-hal teknik elektronika yang berkait dengan suara (audio) dan gambar (video) yang diproses secara elektronik. 

Teknik Audio Video SMK Negeri 2 Kebumen yang diselenggarakan proses pembelajaran selama 3 tahun yaitu tingkat atau Kelas X, Kelas XI, Kelas XII mendidik dan melatih peserta didik / siswa tentang ilmu pengetahuan teknologi yang berkaitan dengan berbagai peralatan yang memproses sinyal suara dan sinyal gambar seperti amplifier, radio, televisi, membuat rekaman audio dan membuat rekaman video, merakit peralatan audio seperti mixer audio, amplifier menginstall/memasang dan atau memperbaiki peralatan audio, CCTV, Running Text, Jam Sholat Digital, Mikrokontroler.

Program Studi Teknik Elektronika bertujuan menghasilkan tenaga ahli madya yang mampu merancang perangkat lunak dan perangkat keras dalam teknik elektronika dan mengaplikasikan, memelihara dan memperbaiki peralatan pengendali elektronika

Tujuan Program Keahlian Audio-Video

Menyelenggarakan sistem pendidikan Teknik Audio Video yang berkualitas dan beretos kerja tinggi.

1.      Mendidik tenaga kerja Teknik Audio Video yang disiplin mempunyai loyalitas yang tinggi.

2.      Mendidik tenaga kerja Teknik Audio Video yang mampu bersaing baik tingkat nasional, regional, maupun global.

3.      Menciptakan tenaga Teknik Audio Video yang mampu berwirausaha.

4.      Mendidik tenaga terampil di bidang Teknik Audio Video yang mampu menciptakan lapangan kerja.

5.      Mengembangan teaching industry Teknik Elektronika yang profesional.

6.      Teaching industry Teknik Audio Video sebagai tempat pelatihan untuk mencetak tenaga kerja yang mandiri.

7.      Menciptakan tenaga kerja yang terampil sesuai dengan paket keahlian Teknik Audio Video yang dibutuhkan di Dunia Usaha / Dunia Industri.

8.      Menyalurkan tenaga kerja yang profesional sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha/Dunia Industri.

Diharapkan nantinya siswa bisa dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan sebagai berikut:

1.      Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja

2.      Menerapkan dasar-dasar kelistrikan, elektronika dan digital

3.      Melakukan instalasi sound system

4.      Melakukan perawatan, instalasi, dan reparasi sistem Player CD maupun DVD

5.      Melakukan instalasi, perawatan dan perbaikan peralatan audio video rumah tangga

6.      Melakukan instalasi sistem audio video CCTV

7.      Membuat dokumentasi video

8.      Memperbaiki pesawat penerima TV

9.      Melakukan instalasi dan perawatan video game

10.  Menjelaskan dasar dasar sinyal audio dan video

11.  Fasilitas Teknik Audio Video

12.  Memiliki bengkel khusus Teknik Audio Video.

13.  Memiliki perlengkapan untuk shooting video.

14.  Memiliki ruang khusus untuk praktek TV

 

Pengembangan Kewirausahaan Unit Produksi dan Usaha SMKN 2 Kebumen Pada Jurusan Teknik Audio Video

 

Pada sekolah SMK Negeri 2 Kebumen ada sebuah kebijakan bahwa setiap jurusan harus membuka unit produksi dan usaha sejalan dengan program TEFA yang di berikan oleh pemerintah kepada sekolah. sejalan dengan kebijakan tersebut jurusan TAV membuka unit produksi dan usaha dengan nama “TEFA TEKNIK TAV” dengan jalan menyewa sebuah Rumah yang cukup besar yang sudah tersedia rungan ruangan serta ada sebuah ruangan untuk membuka Toko dan bermodal Rp. 70.0000.000, lokasi tersebut tidak jauh dari SMK N 2 Kebumen, fasilitas yang tersedia :

Beberapa pendukung dalam proses pembelajaran lapangan adalah sebagai berikut:

1.      Ruang Teori

2.      Modul Praktek

3.      Alat Praktek

4.      Ruang Produksi

5.      Ruang displai/toko

 

 

Bidang usaha :

Usaha di bidang elektronika, khsusunya Jam Masjid digital, RuningText, Sound Sistem Ruangan, produk produk trainer praktik dibidang mikrokontroler serta  pendidikan dan latihan untuk anak anak magang (PKL), selain itu juga membuka Toko Elektronik.

Strategi pengelolaan, produksi dan pemasaran

Pengelolaan :

Usaha ini milik Jurusan TAV SMK N 2 Kebumen

Produksi dan usaha :

Untuk produksi  bulan pertama kita membuat sampel sampel produk yang juga sudah siap kita jual.  Produk utama dari usaha ini adalah Runing Text dan Jam Masjid digital serta trainer pembelajaran mikrokontroler  adapun secara rinci produk yang kami tawarkan adaah sebagai berikut:

1.      Speaker aktif

2.      Amplifier

3.      Tone Control

4.      Mixer Audio

5.      Pemancar

6.      Pembuatan PCB

7.      Modul elektronika

8.      Bel Sekolah Otomatis

9.      Sistem Keamanan

10.  Jam/Suhu digital

11.  Running text

12.  Sistem digital lainnya

13.  Software, Data base

14.  Dan Reparasi elektronika

Selain produk produk diatas kami juga membuka toko peralatan elektronika yang setiap hari buka dari jam 08.00-16.00 WIB.

 

Pemasaran:

Pemasaran dari produk ini adalah direct marketing dan on line marketing di toko toko on line, keutungan yang kami ambil dari tiap produk adalah sekitar 25%. Dari harga jual yang kami tawarkan.

 

 

Ketenagakerjaan (Jumlah, Psosis, dan strategi penggiat dalam bekerja)

Tenaga kerja :

Untuk struktur organisasinya “TEFA TEKNIK TAV “ adalah sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Strategi penggiat dalam bekerja adalah bahwa usaha ini kita tanamkan usaha milik kita bersama, sehingga dalam menjalankan usaha benar benar semangat baik siswa maupun guru guru TAV bersama-sama menjalankan usaha ini. Siswa benar-benar menjalankan proses produksi, pemasaran serta penjualan. Dengan berbagai macam kendala kami terus berusaha menumbuhkan jiwa entreprenership baik konvesional maupun modern pada toko toko online

 

 

 


 

 


Beberapa dokumentasi yang sudah TEFA TEKNIK TAV lakukan adalah sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 


 

 

 

Foto Tempat Tefa Teknik TAV

 



 

 

 

 

 

 

 

 

Grand Opening Tefa Teknik

 

 

 

 

 



 

 

 

 

 

 

 

 

Foto siswa menjaga Toko Tefa Teknik TAV

 



 

 

 

 

 

 

 

Foto Siswa sedang membuat produk Jam Digital

 

 

 

 


 



 

 

 

 

 

 

 

Foto Siswa Membuat Produk Runing Text



















 

 

 

 

Foto siswa sedang memasang pesanan runing text

 

 





                      Foto Toko online

Beberapa masalah yang terjadi adalah, karena siswa selalu berganti sehingga kita sangat perlu melatih agar siswa yang sudah lulus dan terlatih digantikan oleh adik kelas dan kita harus melatih lagi, pengaturan waktu juga perlu diperhatikan karena di sekolah juga jadwal pembelajaran sampai sore, terkait dengan hal tersebut perlu di cari solusinya.

Motivasi dan inovasi sangat diperlukan agar TEFA TEKNIK terus berkembang dan menjadi wahana untuk mencetak alumni yang mempunyai mental berwiraswasta. Besar harapan kami bahwa apa yang dilakukan bisa mensukseskan program pemerintah untuk mencetak wirausaha, sejalan dengan program Sekolah Pencetak Wirausaha.

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Pengembangan unit produksi dan usaha TEFA TEKNIK bisa berjalan apabila didukung dari semua pihak, Kepala sekolah sebagi Top manajer, guru dan siswa yang harus dididik dan di motivasi supaya bisa benar-benar mendapatkan pengalaman berusaha, dari beberapa tahun berjalan TEFA TEKNIK sudah menghasilkan beberapa keuntungan baik berupa finansial maupun menghasilkan lulusan yang sudah menjadi pengusaha walaupun masih taraf pengusaha UMKM, perlu kerja keras dan keseriusan agar TEFA TEKNIK bisa eksis dan tetap berjalan, TEFA TEKNIK merupakan implementasi nyata dari program Sekolah Pencetak Wirusaha (SPW), Teaching Factory dan Kewirausahaan (KWU/PKK).

 

B.     Saran

Dari pengalaman menjalankan atau mengelola Unit Produksi dan Usaha TEFA TEKNIK saran bagi pembaca khususnya dunia pendidikan sangat perlu siswa siswa kita didik kemandirian, pengalaman nyata, mental juang yang tak lemah, rasa malu malu yang selama ini dimiliki untuk berjualan, strategi berjualan dan membuat sebuah barang atau jasa untuk bisa dijual serta mengelola keuangannya serta mengelola usaha secara keseluruhan agar sekolah bisa menghasilkan lulusan yang betul betul memiliki mental berusaha dan pantang menyerah dan punya daya saing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Dadang Hidayat M. Model pembelajaran teaching factory Untuk meningkatkan kompetensi siswa Dalam mata pelajaran produktif. Universitas Pendidikan Indonesia

 

http://www.smkn2kebumen.com/teknik-audio-video/ https://smkn2jember.sch.id/index.php/sekilas-info-tenteng-teknik-audio-video/

https://www.smkmaarif2gombong.com/1-teknik-audio-video/

https://www.smkn1cariu.sch.id/teknik-audio-visual-smk-negeri-1-cariu/

http://belajar.ditpsmk.net/?tag=teknik-audio-video

Komentar