LAPORAN
BEST
PRACTICE
PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN
TAHUN
2019 / 2020
PENINGKATAN MINAT BERWIRUSAHA PADA SISWA MELALUI
OPTIMALISASI PEMANFAATAN MEDIA ON LINE SELARAS DENGAN MATA PELAJARAN PRODUK
KRETIF DAN KEWIRUSAHAAN
PADA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO
SMK NEGERI 2 KEBUMEN
TAHUN AJARAN
2019 / 2020
NAMA PESERTA : AKHMAD ARIFIN , S.Pd
NUPTK :
6462759661200003
SEKOLAH /TEMPAT TUGAS : SMK
NEGERI 2 KEBUMEN
KABUPATEN/KOTA : KEBUMEN
PROVINSI : JAWA TENGAH
MENTOR PEMBEKALAN : DRS.
PURWO HARDJONO, M.Pd
KEBUMEN
JAWA TENGAH
TAHUN 2019
DAFTAR ISI
JUDUL
HALAMAN
PENGESAHAN
BIODATA
PENULIS
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
DAFTAR
LAMPIRAN
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
belakang masalah
B. Jenis
kegiatan
C. Manfaat
kegiatan
BAB
II PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Tujuan
dan sasaran
B. Bahan/materi
kegiatan
C. Metode/
cara melaksanakan kegiatan
D. Alat/instrumen
E. Waktu
dan tempat kegiatan
BAB
III HASIL KEGIATAN
BAB
IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
B. Rekomendasi
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
HALAMAN PENGESAHAN
Pengembangan dalam bentuk Best Practice
berjudul Peningkatan Minat Berwirausaha Pada Siswa Melalui Optimalisasi
Pemanfaatan Media On Line Selaras Dengan Mata Pelajaran Produk Kreatif dan
Kewirushaan Pada program Keahlian Teknik Audio Video Smk Negeri 2 Kebumen Tahun
Ajaran 2019/2020
Nama
: AKHMAD ARIFIN,
S.Pd
Asal
Sekolah : SMK NEGERI 2
KEBUMMEN
Telah
disetujui dan disahkan pada / oleh
Hari
: Sabtu
Tanggal
: 21 Desember 2019
Kepala
SMK Negeri 2 Kebumen
Drs.
HARYOKO, M.M.
NIP
19680420 1995041001
BIODATA PENULIS
|
1 |
Nama |
AKHMAD ARIFIN |
|
2 |
NIP |
198111302006041005 |
|
3 |
NUPTK |
6462759661200003 |
|
4 |
Jabatan |
Guru Kejuruan Teknik
Audio Video SMK N 2 Kebumen |
|
5 |
Pangkat
/ Gol.Ruang |
Penata/III.C |
|
6 |
Tempat
/ Tanggal Lahir |
Kebumen |
|
7 |
Jenis
Kelamin |
Laki-laki |
|
8 |
Agama |
Islam |
|
9 |
Pendidikan
Terakhir |
S-1 |
|
10 |
Unit
Kerja |
SMK N 2 Kebumen |
|
11 |
Alamat
|
Jl Joko Sangkrip Km.1
Kebumen |
|
|
|
|
Kebumen,
21 Desember 2019
Penulis
AKHMAD ARIFIN, S.Pd
NIP.
198111302006041005
KATA
PENGANTAR
Assalammualaiku
m. Wr.Wb
Puji
syukur penulis panjatkan kepada Alloh SWT yang telah memberikan karuniaNya sehingga
penulis
dapat menyelesaikan laporan Best Practice.
Dalam
penyusunan Best Practice penulis banyak menerima bantuan dan bimbingan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kepala
Dinas Wilayah IX
2. Kepala
SMK N 2 Kebumen yang telah memberi izin, kesempatan dan kepercayaan kepada
penulis untuk mengadakan penelitian ini seluas – luasnya
3. Guru
Inti, yang telah memberikan ilmu dan bimbingannya
4. Semua
rekan guru SMK N 2 Kebumen yang telah memberi bantuan selama proses penelitian sampai
dengan terwujud dalam bentuk Best Practice ini.
5. Semua
rekan-rekan peserta pelatihan PPK.
6. Semua
pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan
bantuan berupa apapun dalam menyelesaikan best practice ini.
Penulis
menyadari bahwa karya ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan karya ini.
Waalaikumsalam
Wr.Wb
Kebumen 21 Desember
2019
Penulis
AKHMAD ARIFIN, S.Pd
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Menurut David Mc Clelland, negara yang mempunyai banyak
entrepreneur ( wirausaha )
adalah negara yang perekonomiannya mempunyai potensi yang cepat untuk maju dan
menjadi negara yang makmur. Oleh karena itu apabila pembelajaran
entrepreneuship tidak ada dalam agenda nasional sebuah Negara, cita-cita untuk
lepas dari kemiskinan dan bangkit meraih kemakmuran hanyalah utopia. Suatu
negara akan makmur apabila mempunyai sedikitnya 2 persen entrepreneur dari
jumlah penduduk.
Menurut Ciputra, Indonesia hanya memiliki sekitar 400.000
entrepreneur, atau sekitar 0,18 persen dari populasinya. Sehingga Indonesia
masih memerlukan 12 kali entrepreneur lebih banyak dari yang ada sekarang ini.
Sekolah atau pendidikan menjadi tempat yang sangat strategis
untuk menumbuhkan bakat wirausaha. Beberapa alasan sekolah formal dapat
menumbuhkan bakat wirausaha, yaitu : Pertama, sekolah adalah
lembaga pendidikan yang sangat dipercaya masyarakat untuk masa depan yang lebih
baik. Kedua, jaringan sudah ada di seluruh pelosok
negeri. Ketiga, melalui sekolah juga bisa menjangkau dan
mempengaruhi keluarga anak didik ( Dr. Riant Nugroho, 2009).
Sekolah Menengah Kejuruan merupakan sekolah formal di bawah
Departemen Pendidikan nasional, mempunyai tujuan antara lain adalah
menghasilkan tamatan yang siap memasuki lapangan kerja secara mandiri
sebagai wirausaha ( entrepreneur ). Dengan usia siswa yang rata-rata masih
dalam masa yang produktif untuk menerima ilmu pengetahuan dan teknologi
termasuk di dalamnya ilmu wirausaha, maka SMK menjadi sangat penting dalam
menyiapkan tamatan yang siap berwirausaha.
Untuk itu, karakteristik wirausaha di SMK perlu dikondisikan
baik melalui jalur kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler.
Sehingga diharapkan dengan kondisi lingkungan yang menerapkan karakteristik
wirausaha, siswa menjadi terbiasa untuk menerapkannya dan pada akhirnya akan
menjadi karakter kepribadian siswa.
Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan
watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke
dalam dunia nyata secara kreatif. Istilah kewirausahaan berasal dari terjemahan
“Entrepreneurship”, dapat diartikan sebagai “the backbone of economy”, yang
adalah syaraf pusat perekonomian atau pengendali perekonomian suatu bangsa.
Secara epistimologi, kewirausahaan merupakan suatu nilai yang diperlukan untuk
memulai suatu usaha atau suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru dan
berbeda. Menurut Thomas W Zimmerer, kewirausahaan merupakan penerapan
kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya untuk
memanfaatkan peluang yang dihadapi sehari-hari. Kewirausahaan merupakan
gabungan dari kreativitas, keinovasian dan keberanian menghadapi resiko yang
dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru.
Menurut Marzuki Usman, pengertian wirausahawan dalam konteks
manajemen adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber
daya, seperti finansial, bahan mentah dan tenaga kerja untuk menghasilkan suatu
produk baru, bisnis baru, proses produksi ataupun pengembangan organisasi.
Wirausahawan adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur internal yang
meliputi kombinasi motivasi, visi, komunikasi, optimisme, dorongan semangat dan
kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha. Sedangkan menurut Sri Edi Swasono,
dalam konteks bisnis, wirausahawan adalah pengusaha, tetapi tidak semua
pengusaha adalah wirausahawan. Wirausahawan adalah pionir dalam bisnis,
inovator, penanggung resiko, yang memiliki visi ke depan dan memiliki
keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha ( Sumarsono, 2009).
Menurut Thomas Zimmerer dan Norman M. Scarborough dalam Riant
Nugroho (2009), entrepreneur ( wirausaha ) sebagai seorang yang menciptakan
sebuah bisnis baru dengan mengambil resiko dan ketidakpastian demi mencapai
keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang dan
memnggabungkan sumber daya yang diperlukan untuk mendirikannya.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan
adalah suatu kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang
dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan siasat, kiat dan proses
dalam menghadapi tantangan hidup ( Sumarsono, 2009).
Adapun karakteristik wirausaha yang berhasil adalah sebagai
berikut :
1.
Inisiatif, yaitu melakukan sesuatu sebelum diminta atau terdesak
keadaan.
2.
Asertif, yaitu menghadapi masalah secara langsung dengan orang
lain. Meminta orang lain mengerjakan apa yang harus mereka kerjakan.
3.
Melihat dan bertindak berdasarkan peluang, yaitu menangkap
peluang khusus untuk memulai bisnis baru, mencari dukungan keuangan, lahan,
ruang kerja dan bimbingan
4.
Orientasi efisiensi, yaitu mencari dan menemukan cara untuk
mengerjakan sesuatu dengan lebih cepat atau dengan lebih sedikit biaya.
5.
Perhatian pekerjaan dengan kualitas tinggi, yaitu keinginan
untjuk menghasilkan atau memasarkan produk atau jasa dengan kualitas tinggi.
6.
Perencanaan yang sistematis, yaitu menguraikan pekerjaan yang
besar menjadi tugas-tugas atau sasaran-sasaran kecil, mengantisipasi hambatan
dan menilai alternative.
7.
Pemantauan, yaitu mengembangkan atau menggunakan prosedur untuk
memastikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan atau sesuai dengan standar
kualitas yang ditetapkan.
8.
Komitmen terhadap pekerjaan, yaitu melakukan pengorbanan pribadi
atau bisnis yang luar biasa untuk menyelesaikan pekerjaan. Menyingsingkan
lengan bersama karyawan dan bekerja di tempat karyawan untuk menyelesaikan
pekerjaan.
9.
Menyadari pentingnya dasar-dasar hubungan bisnis, yaitu melakukan
tindakan agar tetap memiliki hubungan dekat dengan pelanggan. Memandang pribadi
sebagai sumber bisnis. Menempatkan jasa baik jangka panjang di atas keuntungan
jangka pendek (Riant Nugroho, 2009)
Karakteristik wirausaha merupakan bagian dari pendidikan
kecakapan hidup (life skills). Life
skills dalam pendidikan kewirausahaan adalah interaksi berbagai
pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki oleh siswa sehingga
mereka dapat hidup mandiri sebagai wirausahawan. Maka empat prinsip penting
dalam menjalankan pembelajaran kewirausahaan sebagai life
skills tidak boleh ditinggalkan, yaitu Learning to know (belajar
untuk mengetahui kewirausahaan), learning to do (belajar untuk
melakukan kegiatan wirausaha), learning to be (belajar untuk
mempraktekkan kegiatan wirausaha), and learning to live
together (belajar untuk bersama dengan yang lain dalam interaksi sosial
dalam berwirausaha). Belajar kewirausahaan bukan hanya sekedar mengajari
bagaimana siswa dapat membuat kemudian menjual, melainkan memberikan pengalaman
dan kecakapan langsung bagaimana merancang dan mengelola sebuah usaha secara
utuh (Anonim, 2009)
Pelaksanaan life skill kewirausahaan di SMK dapat
dilaksanakan melalui pendekatan : 1). reorientasi
pembelajaran, 2). pengembangan budaya sekolah, pengembangan
manajemen sekolah dan hubungan sinergis dengan masyarakat.
Melalui reorientasi pembelajaran pada prinsipnya bagaimana
mensiasati kurikulum yang berlaku agar kewirausahaan dapat
ditumbuhkan secara terprogram. Yaitu dengan mengkaitkan topik diklat
dengankarakteristik wirausaha akan mendorong pembelajaran lebih
kontekstual dengan kehidupan bermasyarakat dan realistik, karena itulah memang
yang diperlukan ketika siswa bekerja di masyarakat.
Dalam kaitanya dengan pengembangan budaya sekolah,
pembelajarankewirausahaan di sekolah perlu diaitkan dengan sikap dan
perilaku seperti :disiplin diri, tanggung jawab, kerjakeras, semangat
untuk belajar dan menemukan cara kerja yang lebih baik, peduli lingkungan dan
lain sebagainya. Dengan demikian warga sekolah harus memahami hal-hal tersebut
, kemudian menjadikannya sebagai nilai-nilai kehidupan dan mewujudkanya dalam
perilaku keseharian.
Jika sikap-sikap tersebut menjadi nilai kehidupan dan terwujud
dalam kehidupan keseharian di sekolah, secara bertahap akan diikuti oleh siswa dan
pada akhirnya menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan demikian jika siswa ingin
menumbuhkan sikap wirausaha, maka perilaku tersebut harus menjadi bagian dari
budaya sekolah. Artinya dalam pengelolaan sumber daya, sekolah harus menerapkan
prinsip-prinsip wirausaha.
Dalam hal manajemen sekolah, rintisan unit produksi pada SMK
perlu dikembangkan. Unti produksi diharapkan dapat menjadi pemicu berkembangnya
iklim kewirausahaan di sekolah. Bekerjasama dengan instansi atau unit kerja
lain di luar sekolah perlu dikembangkan, untuk wahana belajar para pengelola
unit produksi, sekaligus belajar bersinergi dengan unit usaha atau orang lain
(Anonim, 2003).
Kewirausahaan merupakan suatu disiplin ilmu yang perlu
dipelajari. Kemampuan seseorang dalam berwirausaha, dapat dimatangkan melalui
proses pendidikan. Seseorang yang menjadi wirausahawan adalah mereka yang
mengenal potensi dirinya dan belajar mengembangkan potensinya untuk menangkap
peluang serta mengorganisir usahanya dalam mewujudkan cita-citanya. Adapun pola pemelajaran kewirausahaan adalah
:
1.
Pembukaan Wawasan, dilakukan melalui kegiatan seperti: ceramah,
diskusi, mengundang lulusan SMK yang berhasil, mengundang wirausahawan yang
berada di sekitar sekolah agar menceritakan keberhasilan dan kegagalan yang
pernah mereka alami atau mengunjungi perusahaan, melalui pengamatan langsung
melalui pemagangan atau studi banding.
2.
Penanaman Sikap, dilakukan melalui pembiasaan dan pemberanian
melakukan sesuatu. Kadang-kadang harus melalui “tekanan”, “keterpaksaan” dalam
arti positif antara lain dengan cara pemberian batas waktu (deadline)
3.
Pembekalan Teknis, bertujuan memberi bekal teknis dan bermanfaat
bagi perjalanan hidup anak didik, bukan ilmu yang muluk-muluk
Revolusi
industri 4.0 merupakan fase revolusi teknologi yang mengubah cara beraktivitas
manusia dalam skala, ruang lingkup, kompleksitas, dan transformasi dari
pengalaman hidup yang sebelumnya. Prinsip dasar revolusi industri 4.0 adalah menggabungkan mesin,
alur kerja, dan sistem dengan menerapkan jaringan cerdas di sepanjang rantai
dan proses produksi. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan satu sama lain
secara mandiri. Perkembangan teknologi yang pesat akan mendorong perubahan
perilaku masyarakat, dan peningkatan kebutuhan akan mendorong berubahnya
dan terciptanya peluang bisnis dan
pekerjaan baru.
Perubahan dan peluang bisnis yang baru didorong dengan
perkembangan penggunaan internet. Dimana peluang ini juga disadari oleh para
pelaku bisnis untuk memanfaatkan internet dalam proses berbisnis. Penggunaan
internet dalam proses berbisnis akan terus mengalami perkembangan. Mulai dari
pertukaran informasi secara elektronik ke aplikasi strategi bisnis, pemasaran,
penjualan, hingga pelayanan pelanggan. Internet juga akan mendukung komunikasi
dan kerja sama global antara karyawan, konsumen, penjual, dan rekan bisnis yang lainnya. Selain itu, internet juga
memungkinkan orang dari suatu organisasi atau lokasi yang berbeda dapat bekerja
sama sebagai satu tim virtual untuk mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan
memelihara produk atau pelayanan.
Revolusi industri 4.0
merupakan perubahan industri secara besar-besaran yang disebabkan oleh
globalisasi dan internet,dan sekarang ini kita sudah memasuki jaringan raksasa yang
disebut internet.lalu sekarang kita akan membahas apa pengaruh revolusi
industri 4.0 dalam perniagaan/perdagangan.
perkembangan zaman membuat industri teknologi semakin berkembang secara alami.para
inovator selalu ingin terus menggali lebih dalam lagi inovasi-inovasi baru
dalam rangka mempermudah kinerja hidup manusia.pada saat ini,semuanya sedang
berfokus kepada revolusi industri 4.0 yang terus didengunkan setiap harinya.
Hal inilah yang membuat muncul berbagai peluang bisnis di era
revolusi industri 4.0 apa saja peluang bisnis
yang di tawarkan dari industri terbaru ini!Apakah bisa memberikan keuntungan
besar bagi lapisan masyarakat indonesia?Berikut penjelasannya.
fintech
peluang bisnis
pertama di era revolusi industri 4.0 adalah fintech.saat
ini,kata"fintech"sudah sangat sering terdengar telinga masyarakat
dunia,termasuk indonesia,khususnya kalangan menengah ke atas yang melihat
berbagai peluang bisnis dari urusan finansial.
Cloud hosting
peluang bisnis kedua
di era revolusi industri 4.0 adalah"cloud hosting".sering melihat
penawaran jasa cloud akhir-akhir ini? Itulah yang dijual oleh mereka.cloud
adalah salah satu teknik penyimpanan database yang ringan sekaligus mudah
diakses.
Bisnis jual beli online
selanjutnya,ada juga
bisnis jual beli online yang semakin menjajikan di era revolusi industri 4.0
memang bisnis jual beli online sudah besar sejak 10 tahun yang lalu berkat
forum jual beli di kaskus, namun munculnya berbagai macam e-commerce di
indonesia membuat para pelaku bisnis kecil-kecilan bisa memanfaatkan kehadiran
mereka secara maksimal.
Dari uraian di atas, penulis menyusun
rumusan masalah : Peningkatan Minat Berwirausaha Pada
Siswa Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Media On Line Selaras Dengan Mata
Pelajaran Pkk Pada Jurusan Teknik Audio Video Smk Negeri 2 Kebumen Tahun Ajaran
2019/2020.
B. JENIS KEGIATAN
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun
2005, pasal 26 ayat 3 bahwa standar kompetensi lulusan
pada satuan pendidikan menengah kejuruan (SMK) bertujuan
untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai
dengan kejuruannya. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2007,
tentang Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan SMK/MAK antara lain
bahwa menguasai kompetensi program keahlian dan
kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti
pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya.
Dari ketentuan peraturan tersebut di atas dapat diambil
kesimpulan bahwa SMK mempunyai tujuan agar lulusanya pada akhirnya siap
memasuki lapangan kerja dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi. Dalam konteks siap memasuki lapangan kerja adalah sebagai tenaga kerja
tingkat menengah untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja, maupun secara mandiri
berwirausaha sehingga dapat menciptakan lapangan kerja.
Adapun pola pembelajaran yang dilakukan untuk menumbuhkan
jiwa kewirausahaan menurut sifat-sifat dilakukan sebagai berikut :
1.Pembukaan Wawasan,
dilakukan melalui kegiatan seperti: ceramah, diskusi, mengundang lulusan SMK
yang berhasil, mengundang wirausahawan yang berada di sekitar sekolah agar
menceritakan keberhasilan dan kegagalan yang pernah mereka alami atau
mengunjungi perusahaan, melalui pengamatan langsung melalui pemagangan atau
studi banding.
2.Penanaman
Sikap, dilakukan melalui pembiasaan dan pemberanian melakukan sesuatu.
Kadang-kadang harus melalui “tekanan”, “keterpaksaan” dalam arti positif antara
lain dengan cara pemberian batas waktu (deadline)
3.Pembekalan Teknis,
bertujuan memberi bekal teknis dan bermanfaat bagi perjalanan hidup anak didik,
bukan ilmu yang muluk-muluk. Kegiatanya dilakukan melalui pembimbingan dan
praktik.
4.Pembekalan pengalaman
awal, bertujuan mendorong anak didik berani “melangkah”, merasakan kenikmatan
keberhasilan dan belajar dari pahitnya kegagalan. Kegiatanya dapat
dilakukan melalui praktik.
Jenis kegiatan yang dilakukan adalah dengan melatih
peserta didik untuk menjual hasil hasil karya siswa apapun bentuknya ke toko toko
on line dan semua media on line yang bisa, contohnya adalah bukalapak, olx,
beli beli.com, dan face book, melalauiaplikasi Whats App dan media sosial
lainnya.
C. MANFAAT KEGIATAN
1.
Bagi
siswa
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22
tahun 2007 tentang Standar Isi, bahwa struktur kurikulum SMK mencakup antara
lain mata pelajaran kewirausahaan dengan jumlah 192 jam. Standar Kompetensi
Lulusan pada mata pelajaran kewirausahaan adalah :
a. Mampu
mengidentifikasi kegiatan dan peluang usaha dalam kehidupan sehari-hari,
terutama yang terjadi di lingkungan masyarakatnya
b. Menerapkan
sikap dan perilaku wirausaha dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan
masyarakatnya
c. Memahami
sendi-sendi kepemimpinan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
serta menerapkan perilaku kerja prestatif dalam kehidupannya
d. Mampu
merencanakan sekaligus mengelola usaha kecil/mikro dalam bidangnya
e. Mampu
bersaing di era industri 4.0 ke depan.
2.
Bagi
guru
a.
Memperluas wawasan.
b.
Meningkatkan profesional kerja.
c.
Meningkatkan peran guru sebagai
Fasilisator.
d.
Memberikan motivasi untuk guru-guru yang
lainnya.
e.
Menyiapkan genersi emas di tahun 2045
yang tidak kalah dengan Negara lain.
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
A. TUJUAN DAN
SASARAN
TUJUAN
1.
Menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa
2.
Mensiapkan generasi yang siap bersaing di era industry 4.0 agar
tidak kalah bersing dengan generasi Negara lain.
3.
Mampu mengidentifikasi
kegiatan dan peluang usaha dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang terjadi
di lingkungan masyarakatnya
4.
Menerapkan sikap dan
perilaku wirausaha dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakatnya
5.
Memahami sendi-sendi
kepemimpinan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta
menerapkan perilaku kerja prestatif dalam kehidupannya
6.
Mampu merencanakan
sekaligus mengelola usaha kecil/mikro dalam bidangnya
SASARAN
Sasaran
dari kegiatan yang dilakukan adalah seluruh peserta didik kelas XII di jurusan
TAV pada mata pelajaran PKK tetapi tidak tertutp kemungkinan untuk bisa di
terapkan di semua program Keahlian.
B. BAHAN DAN
MATERI
Bahan / Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan adalah
buku bacaan, baik buku dalam bentuk fisik maupun dalam e-book yang bisa di
download di internet, Smart Phone sebagai media.
C. METODE/CARA MELAKSANAKAN
KEGIATAN
Metode/cara
melaksanakan kegiatan
1. Pada
awal pembelajaran, peserta didik di beri tugas secara berkelompok untuk membuat
sebuah produk kreatif.
2. Setelah
beberapa kali pertemuan produk sudah jadi.
3. Guru
menjukkan media on line yang ada dan memberi petunjuk serta langkh langkah
untuk bisa berjualan di media on line dengan media smart phone yang dimiliki
peserta didik
4. Setelah
selesai peserta didik diwajibkan untuk menjual produk melalui media on line
melalui smart phone.
5. Guru
mengecek satu persatu smrat phone peserta didik apakah sudah betul betul
berjualan di media on line.
D. Alat/lnstrumen
1. Buku
2. Internet
3. Smart phone
E. Waktu dan Tempat Kegiatan
Waktu kegiatan
Best practice ini
dilaksanakan pada tahun pelajaran 2019/2020 bertempat di Jurusan TAV SMK N 2
Kebumen, Kebumen, Jawa Tengah
BAB
III
HASIL
KEGIATAN
Dari kegiatan yang sudah dilakukan bahwa minat untuk
berjualan, berwirausaha atau berbisnis melalui media pada siswa asalkan sebagai
guru kita memotivasi dan memberikan contoh melakukannya maka siswa akan
antusias dan merasa senang serta termotivasi untuk melakukan usaha di media on
line.
Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis
sampaikan bahwa :
1.
Untuk dapat melahirkan generasi wirausaha maka pembiasaan
penerapan karakteristik wirausaha harus dilakukan mulai dari sedini mungkin
2.
Sekolah harus dapat mempersiapkan diri sebagai lembaga
yang mampu menginternalisasi nilai-nilai wirausaha kepada peserta didiknya.
3.
peserta didik harus kita siapkan untuk tidak kalah di era global
apalagi di industry 4.0 saat ini.
BAB
IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. SIMPULAN
Berdasarkan uraian di
atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
Dunia pendidikan dalam
hal ini Sekolah Menegah Kejuruan mempunyai peranan yang sangat penting dalam
melahirkan generasi wirausaha.
1.
Untuk itu Sekolah Menengah Kejuruan perlu di rencanakan,
dilaksanakan dan dikendalikan untuk mencapai tujuan yaitu menghasilkan tamatan
yang bermental wirausaha
2.
Guna melahirkan tamatan yang bermental wirausaha, maka perlu
pembiasaan penerapan wirausaha bagi siswa. Pembiasaan penerapan wirausaha di
sekolah dapat ditempuh melaui kegiatan belajar mengajar, penerapan
nilai-nilai karakteristis kewirausahaan di sekolah dan praktik berwirausaha.
3.
Kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui : pertama,
pelaksanaan mata pelajaran kewirausahaan yang dirancang untuk membuka wawasan
kewirausahaan, menanamkan sikap kewirausahaan, memberikan bekal pengetahuan
praktis dan memberikan pengalaman awal berusaha; kedua,
pengintegrasian nilai-nilai karakteristik wirausaha ke dalam semua mata
pelajaran.
4.
Penerapan nilai-nilai karakteristik kewirausahaan
di sekolah dengan membuat peraturan yang memuat nilai-nilai
kewirausahaan dan mengikat kepada seluruh warga sekolah dan siapa saja
yang ada di lingkungan sekolah. Peraturan tersebut meliputi : tata tertib
siswa, kode etik guru dan karyawan, serta peraturan lain yang mengatur terhadap
siapa saja yang pada saat itu berada di lingkungan sekolah.
5.
Kegiatan praktik berwirausaha dilakukan melalui :
mengikutsertakan siswa dalam kegiatan Unit Produksi dan melaksanakan kegiatan
ekstrakurikuler kewirausahaan. Dengan melibatkan siswa dalam unit produksi,
diharapkan penanaman konsep, penanaman sikap, pemahaman teknis
serta pembekalan pengalaman awal berwirausaha dapat
dilakukan. Sedangkan dengan kegiatan ekstrakurikuler, maka diharapkan
dapat menanamkan sikap, pemberian pembekalan teknis dan memberikan pengalaman
berwirausaha.
B.
REKOMENDASI
Berdasarkan
hasil praktik berwirausaha melalui media on line beberapa rekomendasi yang
penulis bisa berikan adalah sebagi berikut:
1. Bahwa
penanaman mental berwirausaha harus sedini mungkin di tanamkan pada peserta
didik.
2. Bahwa
peserta didik harus bisa memanfaatkan tekologi yang ada dalam genggaman yaitu
smart phone yang sekarang merupakan kebutuhan yang sudah lazim dimiliki oleh
peserta didik.
3. Bahwa
pesrta didik sangat perlu diberi wawasan bagaimana berusaha atau berwiraswasta
dengan menggunakan media on line.
4. Bahwa
di era global dan di revolusi industry 4.0 sangat perlu disiapkan generasi yang
bisa menyongsong era ini supaya geerasi yang akan dating tidak ketinggalan dan
mampu bersaing.
DAFTAR
PUSTAKA
http://aniesmedia.blogspot.com/2011/04/membangun-jiwa-wirausaha-siswa-smk.html
https://media.neliti.com/media/publications/127545-ID-none.pdf
https://palembang.tribunnews.com/2012/09/20/menciptakan-wirausahawan-bagi-siswa-smk-teknologi
LAMPIRAN FOTO / GAMBAR
PENDUKUNG
Komentar
Posting Komentar