FILSAFAT PEMBELAJAR ELEKTRONIKA AUDIO VIDEO
FILSAFAT
PEMBELAJAR ELEKTRONIKA AUDIO VIDEO
Oleh : AKHMAD ARIFIN
ABSTRAK
Abstrak:
Pembelajaran Teknik Elektronika Audio Video memiliki
tujuan untuk mendidik dan membekali siswa agar bisa menjadi tenaga terampil dan
profesional dalam bidang audio video, membuat perangkat audio, mengoperasikan
sound system, mengoperasikan alatperekam gambar arau suara, menguasai proses
siaran televisi dan juga berbagai program komputer yang menunjang kegiatan
tersebut. Teknik Audio Video SMK Negeri 2 Kebumen yang diselenggarakan proses pembelajaran
selama 3 tahun yaitu tingkat atau Kelas X, Kelas XI, Kelas XII mendidik dan
melatih peserta didik / siswa tentang ilmu pengetahuan teknologi yang berkaitan
dengan berbagai peralatan yang memproses sinyal suara dan sinyal gambar seperti
amplifier, radio, televisi, membuat rekaman audio dan membuat rekaman video,
merakit peralatan audio seperti mixer audio, amplifier menginstall/memasang dan
atau memperbaiki peralatan audio, CCTV, Running Text, Jam Sholat Digital,
Mikrokontroler. Ada beberapa pekerjaan yang bisa
dilakukan untuk lulusan teknik elektro dari mulai teknisi selular, teknisi
telekomunikasi, tenaga pengajar seperti dosen teknik elektro, teknisi radar,
sonar dan navigasi, teknisi network system dan masih banyak lagi yang
lainnya. Dalam
proses pembelajaran selama 3 tahun yang diselenggarakan di Program keahlian
leketronika Teknik Audio Video menggunakan berbagai model pembelajaran dalam
prosesnya, baik pembelajaran teori dan pembelajaran praktiknya.
Kata kunci:
Pembelajaran, Teknik Elektronika Audio Video, Model Pembelajaran
Abstrak: Abstract: Audio Video Electronics Engineering Learning aims to educate and equip students to become skilled and professional personnel in the field of audio video, make audio devices, operate sound systems, operate image or sound recording devices, master the television broadcast process and also various computer programs support these activities. The Audio Video Technique of SMK Negeri 2 Kebumen which holds a learning process for 3 years, namely the level or Class X, Class XI, Class XII educates and trains students / students about technology science related to various equipment that processes sound signals and image signals such as amplifiers , radio, television, make audio recordings and make video recordings, assemble audio equipment such as audio mixers, amplifiers install / install and or repair audio equipment, CCTV, Running Text, Digital Prayer Times, Microcontrollers. There are several jobs that can be done for electrical engineering graduates, ranging from cellular technicians, telecommunications technicians, teaching staff such as electrical engineering lecturers, radar, sonar and navigation technicians, network systems technicians and many others. In the 3-year learning process held in the Audio Video Engineering Engineering expertise program using various learning models in the process, both theoretical learning and practical learning.
Keywords: Learning, Audio
Video Electronics Techniques, Learning Models
PENDAHULUAN
JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA AUDIO VIDEO
Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak
Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu:
tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu
menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anakanak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai
anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan
setinggi-tingginya.
Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri,kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan negara.
Tujuan pendidikan nasional yaitu
membangun kualitas yang bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan selalu dapat
meningkatkan kebudayaan dengan-Nya sebagai warga negara yang berjiwa pancasila
yang mempunyai semangat dan kesadaran yang tinggi, berbudi pekerti luhur dan
berkepribadian yang kuat,cerdas, terampil, dan dapat mengembangkan dan
menyuburkan tingkat demokrasi, dapat memelihara hubungan yang baik antara
sesama manusia dan dengan lingkungannya, sehat jasmani, mampu mengembangkan
daya estetika, sanggup membangun diri dan masyarakat.
Pendidikan dapat ditinjau dari dua segi.
Pertama pendidikan dari sudut pandangan masyarakat di mana pendidikan berarti
pewarisan kebudayaan dari generasi tua kepada generasi muda yang bertujuan agar
hidup masyarakat tetap berlanjut, atau dengan kata lain agar suatu masyarakat
mempunyai nilai-nilai budaya yang senantiasa tersalurkan dari generasi ke
generasi dan senantiasa terpelihara dan tetap eksis dari zaman ke zaman. Kedua
pendidikan dari sudut pandang individu di mana pendidikan berarti pengembangan
potensi-potensi yang terpendam dan tersembunyi dalam diri setiap individu sebab
individu bagaikan lautan yang penuh dengan keindahan yang tidak tampak, itu
dikarenakan terpendam di dasar laut yang paling dalam. Dalam diri setiap
manusia memiliki berbagai bakat dan kemampuan
yang apabila dapat dipergunakan dengan baik, maka akan berubah menjadi intan dan permata yang
keindahannya dapat dinikmati oleh banyak orang dengan kata lain bahwa setiap
individu yang terdidik akan bermanfaat bagi manusia lainnya.
Salah
satu penyelenggara pendidikan adalah SMK N 2 Kebumen yang mempunyai berbagai
jurusan diantaranya adalah Jurusan Teknik Audio Video. Teknik Elektronika Audio Video adalah
salah satu jurusan di SMK dan universitas yang memiliki tujuan untuk mendidik
dan membekali siswa agar bisa menjadi tenaga terampil dan profesional dalam
bidang audio video, membuat perangkat audio, mengoperasikan sound system,
mengoperasikan alatperekam gambar arau suara, menguasai proses siaran televisi
dan juga berbagai program komputer yang menunjang kegiatan tersebut. Dengan
semakin berkembangnya industri media serta teknologi, maka juga ikut memberikan
peluang bagi para teknisi yang paham tentang dunia audia dan video. Untuk itu
yang tertarik dan memiliki minat dengan bidang industri media atau ingin
bergabung dalam pengolahan produk audio dan video, maka jurusan teknik audio
menjadi pilihan yang tepat untuk dipilih sehingga mempunyai kesempatan atau
peluang kerja yang sangat besar.
Di
tingkat SMK Teknik Audio Video adalah salah satu nama kompetensi keahlian atau
jurusan. Di SMK
Negeri 2 Kebumen Teknik Audio Video merupakan satu dari tiga kompetensi keahlian
dalam bidang keahlian elektronika pada konsep kurikulum 2006 yang lalu dan
hingga saat ini masih berjalan. Teknik Audio Video mengkhususkan
pembahasan atau pembelajaran tentang hal-hal teknik elektronika yang berkait
dengan suara (audio) dan gambar (video) yang diproses secara elektronik.
Teknik Audio Video SMK
Negeri 2 Kebumen yang diselenggarakan proses pembelajaran selama 3 tahun
yaitu tingkat atau Kelas X, Kelas XI, Kelas XII mendidik dan melatih peserta
didik / siswa tentang ilmu pengetahuan teknologi yang berkaitan dengan berbagai
peralatan yang memproses sinyal suara dan sinyal gambar seperti amplifier,
radio, televisi, membuat rekaman audio dan membuat rekaman video, merakit peralatan
audio seperti mixer audio, amplifier menginstall/memasang dan atau memperbaiki
peralatan audio, CCTV, Running Text, Jam Sholat Digital, Mikrokontroler.
Industrialisasi dunia dimulai pada akhir abad ke-18 dengan
munculnya tenaga uap dan penemuan kekuatan alat tenun, secara radikal mengubah
bagaimana barang-barang diproduksi, masa ini disebut sebagai revolusi industri
1.0. Seabad kemudian, listrik dan jalur perakitan memungkinkan produksi massal,
atau disebut revolusi industri 2.0. Pada 1970-an, revolusi industri 3.0 dimulai
ketika kemajuan dalam otomatisasi bertenaga komputer memungkinkan seseorang
memprogram mesin dan jaringan.
Saat ini, revolusi industri keempat (4.0) mengubah ekonomi,
pekerjaan, dan bahkan masyarakat itu sendiri. Hakikat Industri 4.0, merupakan
penggabungan teknologi fisik dan digital melalui analitik, kecerdasan buatan,
teknologi kognitif, dan Internet of Things (IoT) untuk
menciptakan perusahaan digital yang saling terkait dan mampu menghasilkan
keputusan yang lebih tepat.
Perusahaan digital dapat berkomunikasi, menganalisis, dan
menggunakan data untuk mendorong tindakan cerdas di dunia fisik. Singkatnya,
revolusi ini menanamkan teknologi yang cerdas dan terhubung tidak hanya di
dalam perusahaan, tetapi juga kehidupan sehari-hari kita. World Economic Forum
(WEF) menyebut Revolusi Industri 4.0 adalah revolusi berbasis Cyber
Physical Systemyang secara garis besar merupakan gabungan tiga domain yaitu
digital, fisik, dan biologi. Ditandai dengan munculnya fungsi-fungsi kecerdasan
buatan (artificial intelligence), mobile supercomputing, intelligent
robot, self-driving cars, neuro-technological brain
enhancements, era big data yang membutuhkan
kemampuan cybersecurity, era pengembangan biotechnology dan
genetic editing (manipulasi gen).
Era revolusi industri 4.0 mengubah konsep pekerjaan, struktur
pekerjaan, dan kompetensi yang dibutuhkan dunia pekerjaan. Sebuah survei
perusahaan perekrutan internasional, Robert Walters, bertajuk Salary Survey
2018 menyebutkan, fokus pada transformasi bisnis ke platform digital
telah memicu permintaan profesional sumber daya manusia (SDM) yang memiliki
kompetensi yang jauh berbeda dari sebelumnya. Era revolusi industri 4.0 juga
mengubah cara pandang tentang pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya
sekadar cara mengajar, tetapi jauh yang lebih esensial, yakni perubahan cara
pandang terhadap konsep pendidikan itu sendiri.
Pendidikan setidaknya harus mampu menyiapkan anak didiknya
menghadapi tiga hal: a) menyiapkan anak untuk bisa bekerja yang pekerjaannya
saat ini belum ada; b) menyiapkan anak untuk bisa menyelesaikan masalah yang
masalahnya saat ini belum muncul, dan c) menyiapkan anak untuk bisa menggunakan
teknologi yang sekarang teknologinya belum ditemukan. Sungguh sebuah pekerjaan
rumah yang tidak mudah bagi dunia pendidikan. Untuk bisa menghadapi tantangan
tersebut, syarat penting yang harus dipenuhi adalah bagaimana menyiapkan
kualifikasi dan kompetensi guru yang berkualitas.
PEMBAHASAN
AKSIOLOGI PEMBELAJARAN
ELEKTRONIKA AUDIO VIDEO
Program Studi Teknik
Elektronika bertujuan menghasilkan tenaga ahli madya yang mampu merancang
perangkat lunak dan perangkat keras dalam teknik elektronika dan
mengaplikasikan, memelihara dan memperbaiki peralatan pengendali elektronika
A. Tujuan Program Keahlian Audio-Video
Menyelenggarakan sistem pendidikan Teknik Audio
Video yang berkualitas dan beretos kerja tinggi.
1.
Mendidik tenaga kerja Teknik Audio Video yang disiplin mempunyai
loyalitas yang tinggi.
2.
Mendidik tenaga kerja Teknik Audio Video yang mampu bersaing baik
tingkat nasional, regional, maupun global.
3.
Menciptakan tenaga Teknik Audio Video yang mampu berwirausaha.
4.
Mendidik tenaga terampil di bidang Teknik Audio Video yang mampu
menciptakan lapangan kerja.
5.
Mengembangan teaching industry Teknik Elektronika
yang profesional.
6.
Teaching industry Teknik
Audio Video sebagai tempat pelatihan untuk mencetak tenaga kerja yang mandiri.
7.
Menciptakan tenaga kerja yang terampil sesuai dengan paket keahlian
Teknik Audio Video yang dibutuhkan di Dunia Usaha / Dunia Industri.
8.
Menyalurkan tenaga kerja yang profesional sesuai dengan kebutuhan
Dunia Usaha/Dunia Industri.
Diharapkan
nantinya siswa bisa dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan sebagai berikut:
1.
Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja
2.
Menerapkan dasar-dasar kelistrikan, elektronika dan digital
3.
Melakukan instalasi sound system
4.
Melakukan perawatan, instalasi, dan reparasi sistem Player CD
maupun DVD
5.
Melakukan instalasi, perawatan dan perbaikan peralatan audio video
rumah tangga
6.
Melakukan instalasi sistem audio video CCTV
7.
Membuat dokumentasi video
8.
Memperbaiki pesawat penerima TV
9.
Melakukan instalasi dan perawatan video game
10. Menjelaskan dasar dasar
sinyal audio dan video
11. Fasilitas Teknik Audio
Video
12. Memiliki bengkel khusus
Teknik Audio Video.
13. Memiliki perlengkapan
untuk shooting video.
14. Memiliki ruang khusus
untuk praktek TV
B.
Peluang atau Prospek Kerja Lulusan Teknik
Audio Video
Ada beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan untuk lulusan
teknik elektro dari mulai teknisi selular, teknisi telekomunikasi, tenaga
pengajar seperti dosen teknik elektro, teknisi radar, sonar dan navigasi,
teknisi network system dan masih banyak lagi yang lainnya. Lulusan teknik
audio video juga memiliki peluang untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil
khususnya di bidang energi dan sumber daya mineral seperti Dirjen
Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang juga bisa
bekerja di Kementrian.
Prospek kerja lulusan audio video selanjutnya adalah di
bidang sektor wisata. Ada beberapa perusahaan yang membutuhkan ahli audio video
seperti perusahaan Indosat, Telkomsel, kominfo, Telkom, XL Axiata dan masih
banyak lagi yang lainnya. Lulusan teknik audio video juga tentunya bisa
bekerja pada bidang teknisi instalasi audio video. Ada beberapa tanggung jawab
yang harus dilakukan teknisi instalasi audio video seperti instalasi peralatan
audio atau sound system, instalasi peralatan video atau digital, wiring atau
penarikan kabel, setting dan commisioning serta troubleshooting dan
maintenance.
Teknik audio video juga bisa bekerja sebagai teknisi listrik
di berbagai perusahaan besar Indonesia dengan syarat sudah lulus dari SMK
jurusan teknik elektronika seperti audio video, instalasi dan pemanfaatan
listrik. Sound engineer yang merupakan salah satu prospek lulusan teknik audio
video merupakan profesi yang bertanggung jawab dalam urusan menata suara dalam
sebuah karya musik dan film serta masih banyak bidang pekerjaan yang lain.
EPISTEMOLOGI PEMBELAJARAN ELECTRONIKA AUDIO VIDEO
Bahwa pembelajaran
Elektronika mempelejari ilmu elektronika
Audio dan Video, berikut Modul Elektronika Audio Video yang
dapat dipelajari;
2. Penggunaan
Alat Bantu dan Alat Ukur Sederhana
3. Memasang
Instalasi Listrik Sederhana
6. Persyaratan
Umum Instalasi Listrik (PUIL
7. Penggunaan Peralatan
Bengkel
8. Rangkaian
Listrik Arus Searah
10. Rangkaian
Listrik Arus Bolak Balik
13. Instalasi
Peralatan Audio Rumah Tangga
19. Menggambar
Teknik Elektronika
22. Mikrokontroler
23. Software Designer
Electronic Circuit
Selain itu mata
pelajaran yang mendukung dan masuk dalam kurikulum juga harus diajarkan kepada
semua siswa diantaranya, PAI, PPKn, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan mata
pelajaran-mata pelajaran yang lainnya.
ONTOLOGY
PEMBELAJARAN ELEKTRONIKA TAV DI SMK
Dalam proses
pembelajaran selama 3 tahun yang diselenggarakan di Program keahlian elektronika
Teknik Audio Video, dibutuhkan berbagai peralatan dan sarana yang mendukung
berupa gedung, alat tulis, computer, dan peralatan peralatan praktik serta
bahan yang digunakan untuk praktik, kesemua itu pastinya memerlukan biaya atau
keuangan yang harus didukung oleh semua stake holder. Pada proses pembelajaran
di kelas maupun di ruang praktik penulis menggunakan berbagai model
pembelajaran dalam prosesnya, baik pembelajaran teori dan pembelajaran
praktiknya, berbagai model yang kami gunakan dalam Pembelajaran Teori,
Pembelajaran Praktik, Pembelajaran proyek, dan portofolio dengan menggunakan
model pembelajaran :
Model Pembelajaran Inquiry
Model inquiry (inkuiri)
menggunakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan proses berpikir
secara kritis serta analitis kepada peserta didik agar mencari dan menemukan
sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan secara mandiri melalui
penyelidikan ilmiah.
Model Pembelajaran Kontekstual
Merupakan model dengan konsep
belajar yang membuat guru untuk mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan
situasi dunia nyata. Prinsip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas peserta
didik, peserta didik melakukan dan mengalami, tidak hanya monoton dan mencatat
Model Pembelajaran Ekspositori
Ekspositori adalah pembelajaran
yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru
kepada kelompok peserta didik supaya peserta didik dapat menguasai materi
secara optimal.
Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Nama lainnya dalam bahasa inggris
adalah Problem based learning yang dapat diartikan sebagai
rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan para proses penyelesaian
masalah yang dihadapi secara ilmiah. Pemecahan masalah menjadi langkah utama
dalam model ini.
Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah
kerangka konseptual rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh peserta
didik dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
telah dirumuskan. Kelompok-kelompok tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL)
Adalah metode pembelajaran yang menggunakan
proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian,
interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil
belajar. Project based learning atau
pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada
siswa untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik.
Siswa secara konstruktif melakukan pendalaman pembelajaran dengan pendekatan
berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan
relevan.
Metode pembelajaran problem based learning (PBL). Umumnya,
metode ini akan mengenalkan siswa pada suatu kasus yang memiliki keterkaitan dengan
materi yang dibahas. Kemudian, siswa akan diminta agar mencari solusi
untuk menyelesaikan kasus/masalah tersebut.
Persiapan
Praktikum
Pembelajaran Praktik Pembuatan Runing Text
dan Jawm Jadwal Sholat Digital
Pembelajaran
Audio Mobil
Pembelajaran Praktik
Power Suplay
PROSES
UJI SERTFIKASI OLEH LSP P1
Setelah
melaksanakan proses pembelajaran selama 3 tahun dengan berbagai pernak pernik
didalamnya termasuk penilaian pada setiap tingkatnnya, pada akhir pembelajaran
di kelas XII diberikan Ujian, baik praktik maupun tertulis, untuk trtulis
diadakan ujian tertulis berbasis computer atau CBT dan untuk ujian praktik
diadakan ujian Sertifikasi Profesi oleh LSP P1 Sekolah, kemudian apabila
dinyatakan lulus siswa diberikan Sertifikat LSP dan Ijasah Sekolah SMK.
PENUTUP
Secara
filsafat bahwa pembelajaran elektronika audio video mencakup tujuan dan nilai
yang diharapkan, ilmu yang diajarkan dan pelaksanaan proses pembelajannya baik
ranah teori maupun ranah praktik terlihat jelas dan bisa dipahami dari
pembahasan diatas. Dalam proses
pembelajaran selama 3 tahun yang diselenggarakan di Program keahlian
elektronika Teknik Audio Video, dibutuhkan berbagai peralatan dan sarana yang
mendukung berupa gedung, alat tulis, computer, dan peralatan peralatan praktik
serta bahan yang digunakan untuk praktik, kesemua itu pastinya memerlukan biaya
atau keuangan yang harus didukung oleh semua stake holder. Pada proses
pembelajaran di kelas maupun di ruang praktik penulis menggunakan berbagai
model pembelajaran dalam prosesnya, baik pembelajaran teori dan pembelajaran
praktiknya, pada akhir pembelajaran di kelas XII diberikan Ujian, baik praktik
maupun tertulis, untuk tertulis diadakan ujian tertulis berbasis computer atau
CBT dan untuk ujian praktik diadakan ujian Sertifikasi Profesi oleh LSP P1
Sekolah, kemudian apabila dinyatakan lulus siswa diberikan Sertifikat LSP dan
Ijasah Sekolah SMK. Demikian penjelasan dari proses pembelajaran Teknik
elektronika Audio video yang diselenggarakan di SMK N 2 Kebumen dari kacamata
filsafat yang mencakup Asksiologi, Epistemologi dan Ontology, semoga tulisan
ini bermanfaat bagi pembaca. Besar harapan penulis masukan dan kritik yang
membangun diberikan untuk memperbaiki tulisan ini.
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.smkn2kebumen.com/teknik-audio-video/
KI dan KD Program keahlian Teknik Audio
Video
https://smkn2jember.sch.id/index.php/sekilas-info-tenteng-teknik-audio-video/
https://www.smkmaarif2gombong.com/1-teknik-audio-video/
https://www.smkn1cariu.sch.id/teknik-audio-visual-smk-negeri-1-cariu/
http://belajar.ditpsmk.net/?tag=teknik-audio-video
Permendikbud No. 34 Tahun 2018 - Lampiran I -
Tentang Standar Kompetensi Lulusan
Dr. H. Amka, M.Si. 2019. Filsafat Pendidikan.
Sidoarjo. Nizamia Learning Center 2019
Komentar
Posting Komentar